Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

Pandangilah wajah ibumu November 26, 2009

Filed under: Oret-oret — afrianingsih @ 4:23 pm
Tags: , , ,

Ku beruntung hingga saat ini masih ditemani ibu. Ketika ada yang mengatakan pandanglah wajah ibumu ketika dia sedang tidur seolah-olah besok pagi matanya tak terbuka lagi.  Mata yang terpejam itupun mengisyaratkan kelelahan karena sudah melewati hari-hari yang melelahkan. Kadang ada kata maupun sikap yang menyinggung hatinya, yang kadang dipendamnya sendiri.

Mungkin rasanya masih belum sanggup jika memang mata itu tak terbuka lagi besok pagi. Memandang wajahnya dalam-dalam sungguh membuat air mata tak terbendung. Semoga besok pagi ku melihat mata itu terbuka dengan senyum dibibir. Masih belum banyak kebahagiaan yang diberikan untuk sang bunda. Bahkan dengan berkilo-kilo berlian pun, belum sanggup menganti semua apa yang telah diberikan ibu.

Ku masih beruntung hingga saat ini ada ibu yang selalu menghibur di kala susah. Rasanya, jutaan beban akan lenyap jika ibu telah mengulurkan tangannya. Puluhan tahun sudah ibu memberikan tangannya untuk selalu membantu. Bahkan dari masih segumpal darah pun ibu memberikan untaian kasih sayangnya.

Ku masih beruntung masih bisa memandangi wajah ibu dengan sepuas-puasnya. Melihat setiap garis-garis wajah yang sudah mulai terlihat. Walau ada ketakutan untuk tidak bisa terlepas dari genggaman ibu. Entah hanya dengan mendengar suaranya saja, itu sudah cukup memberikan kebahagiaan.

 

 

Rinuak Juni 12, 2009

Filed under: santap lezat,Uncategorized — afrianingsih @ 9:01 am
Rinuak merupakan ikan khas Danau Maninjau yang gurih, tidak salah saat ini rinuak diolah menjadi makanan ringan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Salah satunya menjadi peyek yang terbuat dari tepung beras yang dicampur bumbu cabe dan bawang putih. Warna kuning peyek didapat dari kuningnya kunyit, lebih gurih dicamput irisan daun jeruk. Sesuai dengan namanya peyek rinuak ditaburkan di atas adonan peyek yang dicetak menyerupai lingkaran. Renyah dan gurih, itulah ungkapan kata yang keluar begitu menggigit peyek rinuak, sensasi rinuak yang menyebar diseluruh peyek bercampur gurihnya peyek membuat kerabat anda pasti ingin menikmati lagi.

Jadi jangan ragu lagi, peyek rinuak ini sangat khas untuk dijadikan oleh-oleh. Harganya cukup bersahabat, untuk peyek rinuak berat 250 gram cukup dengan uang Rp17.500 sudah dapat dibungkus jadi oleh-oleh untuk keluarga. Tidak perlu jauh-jauh mencarinya datang saja ke sentra oleh-oleh Cristine Hakim di Jalan Nipah Padang tepatnya di bawah Jembatan Siti Nurbaya Padang, segala macam peyek rinuak dapat anda pilih di sana. (zikriniati zn)

 

Siapa Presiden Pilihanmu?? Juni 11, 2009

Filed under: Uncategorized — afrianingsih @ 4:14 pm
Tags: , , ,

Tanggal 8 Juli 2009 dimulai babak baru penentuan siapa yang akan menjadi pemimpin bangsa ini lima tahun yang akan datang.Semuanya tergantung hati nurani kita akan memilih siapa diantara tiga calon Calon Presiden yang sudah ditetapkan KPU.
Siapapun presiden yang terpilih nanti, itu semua aspirasi rakyat Indonesia. Maka sudah sewajarnya pula rakyat juga memberikan dukungan. Walaupun akan ada yang menyatakan bahwa “saya nggak nusuk capres itu kok”. Namun keputusan besar sudah terjadi. Mau tidak mau, kita perlu tetap memberikan dukungan.Terlepas nanti apa kebijakan yang dikeluarkan.Yang terpenting biarkan dulu presiden bekerja optimal. Setelah itu baru memutuskan apakah mau milih presiden itu lagi jika jadi capres lima tahun yang akan datang. Ikuti kata hati, agar bisa memilih capres yang tepat.

Sebuah buku karya Prof DR Tjipta Lesmana MA, yang berjudul “Dari Soekarno Sampai SBY (Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa) sepertinya cukup menarik untuk dibaca. Bukan ingin mempromosikan buku ini,tapi dalam buku kita dapat melihat bagaimana pola komunikasi 6 presiden kita yang terdahulu. Dalam buku disebutkan pola komunikasi seorang pemimpin diakui tidak bisa dilepaskan dari tipe kepemimpinan orang itu. Tjipta memberikan analisis terhadap 6 presiden terdahulu berdasarkan cerita narasumber yang diambil Tjipta.

Mengutip dari buku yang ditulis Tjipta Lesmana setebal 396 halaman ini karateristik komunikasi politik 6 presiden kita yakni:
A. SOEKARNO
Terbuka,konsisten, artikulasi penyampaian visi dan misi sangat gamblang. Konteks komunikasinya sangat rendah, tegas. Ia cepat mengambil keputusan dan sangat firmed dalam pelaksanaan keputusan. Ia temperamental namun memiliki sense of humor yang tinggi. Ia pendendam

B. SOEHARTO
Tertutup,konsistensi cukup tinggi,konteks komunikasi bersifat situasional tapi umumnya tinggi, meski ia bisa juga sangat low context. Jika marah ekspresi wajahnya tidak disembunyikan.. Ia kuat dengan bahasa non verbal (angguk-angguk kepala, senyum, mengisap cerutu, bibir yang ditutup rapat-rapat, wajah murung,dsb). Penyampaian visi misi jelas (trilogi pembangunan, menjaga stabilitas nasional, melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni). Emosinya terkendali baik. Ia hampir selalu tampil dengan sosok yang cool, tidak ada rasa humor. Ketika mengambil keputusan, ia tergolong cepat dan firmed pula. Sekali ia membenci seseorang, seumur hidup tidak bisa luntur kebenciannya.

C. BJ HABIBIE
Sangat terbuka, namun terkesan mau menang sendiri dalam berwacana dan alergi terhadap kritik. Tapi ia no hard feeling, sangat demokratir, konteks rendah. Berbicara selalu sepat sehingga khalayak kadang tidak paham. Tidak punya visi misi sebab ia tampil sebagai presiden semata-mata keadaan darurat (UUd 1945 memang mengatur wakil presiden harus mengantikan presiden jika presiden wafat atau berhalangan tetap). Tujuan pokok pemerintahnya adalah menjaga agar repubik ini tidak hancur setelah dihantam krisis ekonomi yang parah sejak akhir 1997. Sebagai pemimpin yang sekonyong-konyong dihadapkan begitu banyak permasalahan pelik, Habibie tidak bisa berpura-pura tapi harus bertindak cepat di semua lini. Maka ia selalu tampak serius jalan cepat, bicara cepat tidak ada sense of humor.

D. KH ABDURRAHMAN WAHID
Sangat terbuka,demokratis (tapi cenderung diktator juga mengingat latar belakang kyai), sangat impulsif. Ia bisa tertawa terbahak-bahak karena rasa humornya yang begitu tinggi. Namun bisa menggebrak meja sekerasnya di depan komunikannya. Ia suka menggertak lawan. Bicara “blong”, seolah tidak filter sama sekali. Konteksnya middle low context. Ia pun tidak pusing dengan kritik terhadap dirinya darimana pun datangnya. Semua lawannya setiap saat bisa dimaafkan. Jadi tidak pernah ada hard feeling, tapi kadang ia bisa dendam juga pada lawan politik. Konsistensi amat sangat rendah. Apa yang dikatakan pagi hari, sorenya bisa dibantah sendiri. Nyaris tidak pernah menyinggung visi misi dalam pidato-pidatonya.

E. MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
Cukup demokratis, tapi tertutup, cepat emosional (marah, tertawa terpingkal-pingkal, sedih bahkan menangis di ruang publik sekalipun ), kadar konsistensinya kurang. Dimanapun ia berusaha melempar senyum, namun komunikasinya berkonteks tinggi meski tidak setinggi Soeharto. Kadang ia juga bisa low contex apalagi sebelum menjadi presiden. Dengan orang-orang yang memiliki kedekatan khusus, ia bisa berkonteks rendah bahkan curhat. Ia alergi pada kritik, komunikasi politiknya didominasi oleh keluhan dan unek-unek, nyaris tidak pernah menyentuh visi misi pemerintahannya. Tanpa diragukan lagi ia sangat pendendam

F.SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Demokratis, menghargai perbedaan pendapat tetapi selalu defensif jika dikritik. Ia ultra hati-hati dalam segala hal sehingg terkesan bimbang dan ragu. Konteks bahasa antara tinggi dan rendah tapi kecenderungannya tinggi. Sebagai seorang yang perfectionist ia selalu berusaha berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan verbal yang sempurna. Kata dan kalimat diucapkan jelas sekali, diperkuat oleh intonasi dan suara yang mantap. Konsistensinya termasuk buruk sering plin plan plintut membingungkan publik. Kadang ia tampil dengan medium high context (berputar-putar) terutama ketika ia belum siap dengan keputusannya. Rasa humor kurang dan emosi cukup tinggi bahkan bisa lepas kendali. Dimanapun ia memperlihatkan wajah serius, nyaris tidak pernah tertawa maksimal hanya tersenyum.

Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dari analisis buku yang ditulis Tjipta ini. Tergantung bagaimana kita melihat dari sudut pandang yang mana.

Siapapun pilihan presidenmu nanti pastikan itu sesuai dengan hati nurani. Wah…Maaf ya jika ada yang tidak berkenan dari tulisan ini..

 

Menunggu Datangnya Hari Oktober 18, 2008

Filed under: Oret-oret — afrianingsih @ 12:55 pm
Tags: , , ,

Hanya tinggal hitungan minggu. Atau hanya tinggal hitungan hari. Kalau besok datang, hari itu akan berkurang lagi. Apakah semuanya akan siap? Atas nama amanah dan ibadah, semua keikhlasan harus tetap diperteguhkan. Walau kadang, para setan bergentayangan untuk membisikan kata-kata ragu.

Hari itu akan dijelang. Kalau ditanya siap atau tidak siap, maka pertanyaan ini tidak akan ada habis-habisnya. Selalu saja ada alasan. Kadang hati mantap, kadang hati bimbang. Semua ini langkah awal untuk bisa memulai dengan baik.

Siap tidak siap, hari itu akan datang. Siapkan mental, uji keberanian untuk sebuah tantangan hidup baru. Semoga tantangan itu tidak akan jauh berbeda dari apa yang sudah dijalankan sekarang. Jangan pernah terselip lagi kata bimbang. Karena itu akan kacaukan semuanya.

Minggu kedua November. Semoga tanggal itu keberuntungan. Mulai hari itu dan untuk waktu yang seterus, keberuntungan selalu datang. Walau, di awalnya harus rela meninggalkan apa yang sudah dikerjakan.

Menghitung hari. Begitu, judul lagu Krisdayanti. Sepertinya sebuah kata melankolis. Namun, memang “menghitung hari” rasanya begitu berat jika waktu itu dihitung hingga ada sebuah kata-kata deadline. Semoga ini awal kebaikan. Amin (15 Oktober 2008)

 

Trauma-kah? September 15, 2008

Filed under: Oret-oret — afrianingsih @ 11:52 am
Tags: , , , , ,

Sepertinya untuk kembali naik sepeda motor, ada perasaan takut. Namun apakah ini berlebihan? Setelah dua kali ditabrak orang hanya dalam rentang waktu yang cukup singkat. Mungkin ada perasaan trauma.

Sampai-sampai harus terlalu hati-hati dalam mengendarai sepeda motor “si merah” kesayangan. Tapi perasaan takut ini, kenapa datang begitu saja. Pasca kecelakaan kedua yang terjadi akan berbuka puasa dua minggu lalu. Rasanya waktu itu menakutkan. Jalanan yang sepi diiringi dengan gerimis, namun tiba-tiba sebuah sepeda motor melaju dengan kencang dan langsung menabrak sepeda motor yang sedang berdiri
karena ingin menyeberang jalan. Allah masih Maha Penyayang. Walaupun saat itu, sempat berteriak, namun motor itu tetap menabrak. “Si Merah” pun ambruk. Untunglah. Kata-kata itu yang masih bisa terucap. Tak ada luka yang cukup parah. Namun rasa sakit di kepala sempat tak tertahankan saat helm yang dipakai terlepas dari kepala. Helm baru saja dibeli satu bulan lalu pun sepertinya menyelamatkan kepala ini dari hantaman aspal.
Namun, ditengah tergeletak di tengah jalan, ada saja orang yang mengambil kesempatan. Helm yang terlepas hingga ke tengah jalan raib dalam hitungan menit. Entah, terbuat dari apa orang itu. Bukannya ingin menolong tapi justru menyelamatkan si helm (karena memang helm jenis ini selalu gampang raib kalau tidak dijaga). Sempat dibawa ke UGD, rongen bagian pinggul dan menunggu reaksi kepala. Saat-saat ini, rasanya tak ingin membayangkan lagi. Walaupun dinyatakan semua baik-baik saja, namun untuk bagian kepala menurut dokter harus tetap di cek.Bahkan dokter bilang trauma di kepala yang berakibat akan sering sakit kepala bisa berlangsung 6 bulan. Istirahat di rumah selama satu minggu di rumah, rasanya cukup untuk menahan semua sakit di kaki dan kepala.

Namun kasihan si merah. Sebagian bodinya hancur. Ganti rugi yang diberikan si penabrak tak cukup untuk menganti semua biaya perbaikan. Si penabrak, entah siapa namanya (tak ingin kenal dan mengenal) masih bersikekeh kalau dia tetap benar (namun terbantahkan, namun tetap tak mau mengakui).

Rasanya tak ingin membayangkan lagi. Dua minggu lebih si merah tak dikendarai. Ketika pertama kali mengendarainya (setelah perbaikan di sana-sini), ada rasa gamang. Terlebih lagi, ketika ada kendaraan yang melintas dengan kencang. Begitu juga yang meng-klason dengan keras dari belakang. Dag-dig dug.. rasanya. Mungkin ini, baru hari pertama..traumakah??atau perasaan saja.

Rasa takut ini mungkin berlebihan. Namun, kenapa selalu ditabrak. Ketika hari bahagia bertambahnya usia tanggal 21 April lalu, tiba-tiba sebuah angkot menyenggol dari samping. Motor pun oleng hingga terbawa sampai ke tengah. Semoga saja ini, peristiwa yang terakhir dan tidak akan terjadi lagi.(*)

 

Sumbar SME’sCO 2008 Dibuka Agustus 26, 2008

Tampilkan Produk Dalam Negeri Berkualitas

Ingin mendapatkan produk berkualitas langsung dari produsen dengan harga terbaik tak perlu jauh-jauh. Hari ini telah dibuka pameran nasional usaha kecil, menengah dan koperasi Sumbar SME’sCO (Small Medium Enterprises Cooperative)  2008 di Bagindo Aziz Chan. Pameran yang digelar 5 hari ini (27-31 Agustus) ini akan menampilkan produk-produk dalam negeri hasil pengembangan dan karya dari pengusaha kecil menengah dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari tekstil, bordir/songket, batik/tenun, kerajinan ukir, industri kulit, tas, sepatu,kerajinan emas/perak, jewellery, aksesoris, handicraft, furniture, agrobisinis, perlengkapan rumah tangga dan lainnya.
Pameran yang rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Surya Dharma Ali  hari ini pukul 11.00 WIB akan   diikuti oleh 68 stand denganb 76 UKM dari Sumbar dan provinsi lainnya. Saat ini sudah ada 11 provinsi yang menyatakan ikut dalam pameran tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Benhkulu dan DI Yogyakarta. Sedangkan 7 BUMN juga ikut berpartisipasi untuk menampilkan produk mitra binaan mereka. Yakni Padagaian, Bank Mandiri, PT Pos, Perlindo II, Perlindo III, Jamsostek dan Pertamina.
Wakil Kepala Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Fachril Murad mengungkapkan pameran ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan di Jakarta tanggal 30 Juli-2 Agustus. Pameran ini merupakan kerjasama antara Kementerian Koperasi UKM dan Kementerian BUMN serta Pemerintah Provinsi Sumbar dengan pihak penyelenggara PT Prima Cipta Mandiri yang bertujuan sebagai ajang promosi produk UKM dan koperasi.
“Kegiatan ini moment-nya bertepatan jelang lebaran. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan jelang lebaran dan puasa,” kata Fachril di dampingi Ketua Pelaksanaan PT Prima Citra Mandiri Endang SSN di ruang kerjanya kemarin.
Menurutnya, di Sumbar sendiri sudah ada 14 kabupaten/kota yang sudah menyatakan kesiapannya mengikuti pameran. Walaupun awalnya, ada 16 kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi. Diantaranya, Kabupaten Solok, Payakumbuh, Agam, Pasaman, Padangpanjang, Bukittnggi, Sawahlunto, Padang, Kota Solok, Limapuluh Kota, Pariaman dan Sijunjung.
Sementara itu Endang menambahkan Sumbar menjadi daerah pertama di Sumatera di gelar pameran ini. Selama ini kegiatan ini lebih sering dilakukan di Jakarta. Sumbar menjadi daerah keempat sebagai tempat penyelenggaraan ini di luar Jakarta. Sebelumnya, di gelar di Kalbar, Jateng dan Jabar. Jika sebelumnya, di luar Jakarta transaksi selama pameran bisa mencapai Rp 6 miliar. Karena, ada beberapa UKM yang kerjasamanya berlanjut untuk jangka panjang.
“Karena ini melibatkan berbagai provinsi kita memilih lokasi penyelenggara yang mudah arus tranportasinya, keamanan terjamin dan tempat penyelenggaran tersedia,” kata Endang yang juga berasal dari Sumbar ini.
Selain menampilkan produk-produk UKM, dalam kegiatan ini juga menampilkan kesenian Minang, lomba mewarnai, pemberian door prize dan lainnya. (afi)

 

Terkenang Masa Kecil Agustus 23, 2008

Filed under: Sekilas — afrianingsih @ 3:06 pm
Tags: , , , ,

Suasana bermain masa kecil dulu rasanya rindu untuk dimainkan lagi. Apalagi jajanan di waktu kecil dulu rasanya ingin dicoba lagi. Ketika kesempatan itu datang, wah rasanya nggak sukan-sukan ingin ikutan ketika ada seorang uni yang menawarkan jajanan anak-anak sosis, nugget goreng. Rebutan untuk mengoreng..seru juga