Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

Menatap Senja, Kesepian Melambai Juli 19, 2008

Diarsipkan di bawah: puisi — afrianingsih @ 2:37 pm
Tags: , , , ,

Jika hari yang ditunggu itu datang, semua akan bergembira
Namun disitu terselip sebuah keraguan
Apakah, senja akan seindah yang kemarin atau mendung akan menutupi awan?
Sebuah kisah riwayat hidup, menjadi catatan dalam buku diary
Ketika malaikat mencatat peristiwa itu
Pertanda sebuah kebaikan dimulai

Perlahan, senja akan kembali ke pelukan bumi
Ini akan menjadi catatan lagi
Akankan senja meninggalkan lambaian berarti?
Atau hanya sekadar kecupan malam tetap diharapkan menanti

Pertanda, kereta malam tak lagi menyisakan penumpang
Harus bertahan ditengah guncangan pasir waktu
Esok apakah akan lebih baik
Dan senja kembali akan tersenyum agar selalu setia ditunggu
Walaupun kesepian akan datang menyusup

Padang, 19 Juli 2008:

Special Thanks to: Teman-teman yang akan melanjutkan studi di negeri orang,yang mungkin tidak sempat hadir.

 

Milih 34 Parpol, Bingung Ya? Juli 11, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 2:03 pm
Tags: , , , , , , ,

Milih Politik atau Milih Mau Makan Apa Besok?

Peserta Pemilu tahun 2009 bertambah 34 partai politik dari 24 parpol. Mana partai pilihan Anda? Bingung ya? Sekarang aja udah bingung apalagi sudah dihadapkan pada 34 tanda partai dalam ruangan bilik kecil yang tidak bisa diintip siapapun. Atau Anda termasuk golongan golput karena tidak mau ikut memilih? Dengan alasan tidak mau dipusingkan dengan politik dan tidak akan mau menanggung dosa jika partai yang diusung tidak mampu memperjuangkan nasib rakyat.
Sepertinya, politik lebih merajai Indonesia ketimbang harus memikirkan “mau makan apa besok”. Ketika sebuah partai jor-joran menghabiskan dana jutaan rupiah, sedangkan disudut pinggir kota ada orang mengais rezeki dari tumpukan sampah. Entah mereka mengerti atau tidak mengapa orang berlomba-lomba masuk politik, yang penting bagi mereka sampah yang dipunggut bisa menganjal isi perut untuk besok.
Memang kontras ditengah pesta pora perpolitikan, harapan peningkatan kesejahteraan kadang menjadi janji manis yang tak ada penyelesaiannya. Apa ini terlupakan atau memang dilupakan. Atau memang masih menunda. Semoga saja di tahun 2009 mendatang harapan cerah itu betul-betul tidak lagi menjadi pekerjaan yang tertunda. (lagi…)

 

Calon DPD Diminta Kontrak Politik Juli 11, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 1:14 pm
Tags: , , , , ,

Ruslan: Tak Perjuangkan Daerah, Mundur!

Analis Politik Ruslan Ismail Mage menyarankan, jika para calon Dwan Perwakilan Daerah (DPD) tetap ingin mendapat kepercayaan dari masyarakat, maka calon DPD harus berani melakukan kontrak politik dengan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat. Isi kontraknya: jika terpilih tapi tidak mampu mengakomodir aspirasi, maka yang bersangkutan harus mundur dari DPD.
Kontrak politik ini, kata Ruslan amat penting. Selain selama ini DPD dinilai masih belum menjalankan tugasnya memperjuangkan daerah belum optimal, sekarang UU membolehkan anggota partai politik (parpol) masuk DPD. ”Masuknya orang parpol ini dapat mengebiri DPD itu sendiri. Karena anggota DPD dari parpol ini dikhawatirkan akan lebih mengakomodir kepentingan parpol mereka sendiri,” katanya. (lagi…)

 

SKB Coba-Coba? Juni 10, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 12:51 pm
Tags: , , , , , , ,

Akhirnya setelah dua bulan Bakopakem melakukan rapat, Surat Keputusan Bersama (SKB) baru dikeluarkan kemarin (9/6). Banyak yang memandang SKB yang dikeluarkan pemerintah sangat hati-hati . Bahkan ada juga yang berpandangan sinis, SKB tersebut hanya sekadar coba-coba. Pasalnya, tidak ada sanksi tegas terhadap pembekuan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) jika melanggar SKB tersebut.

Banyak yang menyangsikan SKB ini dapat berjalan efektif. Karena, pemerintah pusat berkesan coba-coba dulu dan melihat reaksi setelah keluar SKB ini. Efektif atau tidaknya tergantung bagaimana nantinya pihak-pihak terkait menyikapi SKB tersebut. Karena ini menyangkut kerukunan dalam beragama.

Apa betul itu SKB coba-coba? Atau memang pemerintah memang terlalu hati-hati?Atau SKB ini hanya untuk merendam emosi sebagian masyarakat? Entahlah. Mungkin banyak pertimbangan yang dilakukan pemerintah. Apalagi dasar hukum untuk memberikan sanksi tidak mengatur. Namun, pemerintah  memang harus menetapkan aturan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

Persoalan lain yang kadang juga menjadi perdebatan, kenapa harus menunggu dua bulan setelah terjadi peristiwa Monas, pemerintah seolah-olah buru-buru mengeluarkan SKB?. Apakah memang masyarakat kita yang tidak sabaran dalam menunggu keputusan SKB ini atau memang pemerintah menunggu reaksi dulu? Mumpung masyarakat adem-adem saja, pemerintah, juga adem-adem?

Banyak yang memberikan pendapat,” begitulah pemerintah terlalu hati-hati, saking hati-hatinya tidak mengeluarkan keputusan sama sekali. Sekali keluar itu pun sudah ada yang berdarah-darah”. Memang lucu pernyataan itu, kok pemerintah jadi serba salah. Tidak mengeluarkan SKB salah, mengeluarkan SKB juga dikritik. Aduh…payahnya posisi pemerintah.

Tapi, keluarnya SKB ini sebagai langkah awal, bahwa kerukunan ini perlu tetap dijaga. Terlepas apakah itu SKB coba-coba atau SKB yang tak “bergigi”. Semoga saja SKB ini dapat meredam dan mewujudkan Indonesia tetap damai, rukun dan berbagai suku, agama dan ras..Saatnya Indonesia bangkit lebih baik. Indonesia bisa (bisa nggak ya…:) )

 

Dunia Berharap pada Pangan Indonesia Juni 9, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 2:24 pm
Tags: , , , , , , ,

Biarpun Indonesia masih mengalami berbagai persoalan dalam mengelola produksi beras nasional, namun dunia masih menganggap Indonesia mampu keluar dari krisis pangan. Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengklaim harga beras dalam negeri masih terbilang stabil jika dibandingkan negara lain seperti Thailand dan Vietnam. Bahkan Presiden Madagaskar mengharapkan Indonesia dapat membagi pengetahuan dan keunggulannya di bidang budidaya tanaman padi yang mereka nilai sangat mengesankan. Hingga Mei produksi Gabah Kering Giling sudah mencapai 31 juta ton atau sekitar 81 persen dari target 33 juta ton.
Jika melihat kenyataannya, tahun lalu Indonesia gagal mencapai target penambahan produksi beras. Awalnya ditargetkan penambahan produksi beras 2 juta ton, namun realisasinya hanya  1,6 juta ton. Impor beraspun dilakukan Indonesia untuk mengisi cadangan beras dalam negeri.
“ Dalam pertemuan KTT tentang Ketahanan Pangan di Roma Italia beberapa waktu lalu Indonesia diakui mampu keluar dari krisis pangan. Semua mengucapkan selamat ke Indonesia. Dunia mengakui produksi pangan kita bagus bahkan negara Madagaskar meminta agar Indonesia membantu negara tersebut akan dapat meningkatkan produksi mereka,” kata Anton usai menjadi Keynote Speaker dalam Lokakarya Gerakan Massal Alih Teknologi (Gamatek) yang digelar Universitas Andalas (Unand) di Hotel Bumiminang kemarin.
Anton mengungkapkan dengan pengalaman dan kemampuan Indonesia dalam sektor pertanian khususnya produksi padi, Indonesia siap mengirimkan tenaga ahli sejumlah yang dibutuhkan, bahkan juga petani unggul Indonesia untuk membagi pengetahuan dan keahliannya, sehingga SDM pertanian padi Madagaskar dapat meningkat.
Anton justru prihatin, bahwa yang mengakui Indonesia selalu bermasalah dengan beras justru masyarakat Indonesia sendiri. Menurutnya jika menggunakan data 10 tahun yang lalu mungkin hal demikian tidak sesuai lagi. Bahkan Indonesia selalu disebut-sebut sebagai importir pangan terbesar. Padahal kenyataannya kata Mentan justru Indonesia termasuk pengimpor yang cukup kecil jika dibandingkan dari presentasi produksi dengan jumlah yang diimpor. Bahkan negara Arab Saudi dan Inggris juga termasuk pengimpor terbesar juga.
“Coba bandingkan dengan negara lain. Tahun 2008 ini harga beras kita paling stabil. Amerika Serikat dan Inggris justru pembelian berasnya dibatasi. Begitu juga dengan Thailand. Di Indonesia kita tidak bisa membatasi pembelian beras. Makanya Indonesia disebut-sebut sebagai satu-satunya negara yang harga berasnya cukup stabil,”  kata Anton lagi.
Anton menegaskan tidak ada satupun di negara di dunia ini yang mampu memproduksi semuanya sendiri. Walaupun Indonesia mengimpor beras, ternyata juga banyak komoditi lain Indonesia yang diekspor, mulai dari karet, valina, Crude Palm Oil (CPO)  dan kakao.
“Kita tidak jelek-jelek amat kok. Kalau swasembada beras bukan berarti tidak ada impor sama sekali. Itu mustahil terjadi. Tahun 1984 justru impor beras lebih besar dari tahun 2005 yang impor berasnya hanya 150 ribu ton.
Tahun ini saja kita mengalami peningkatan produksi di saat negara lain produksi  pengekspor seperti Thailand dan Vietnam menurun,” kata Mentan lagi.
Menurutnya, jika supply beras tersebut dapat terjaga maka harga di pasaran akan relatif stabil. Saat ini, stock beras tersebut tetap dijaga di Bulog mulai dari pengadaan beras dalam negeri dengan pembelian Harga Penetapan Pemerintah (HPP).

Canangkan Padi Tanam Sabatang
Sementara di Padangpariaman kemarin, Mentan Anton Apriantono mencanangkan metoda Padi Tanam Sabatang (PTS) dan penggunaaan kompos jerami, di Kabupaten Padangpariaman. Pencanangan yang dipusatkan di Tani Maju Sakato Korong Chaniago Kenagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman tersebut juga dihadiri Asisten II Surya Dharma Sabarin, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumbar  Djoni, Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, unsur Muspida, serta kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Padangpariaman.
Menurut Anton Apriantono, dengan mulai dicanangkan PTS di Kabupaten Padangpariaman diharapkan ke depannya akan mengairahkan petani untuk turun ke sawah. Karena dari beberapa kali uji coba yang dilakukan, ternyata produksi padi yang dihasilkan meningkat dari pola tanam biasa yang telah dilakukan selama ini. Apalagi ditunjang dengan penggunanan kompos dari jerami, yang selama dibakar petani jika akan menggarap sawah kembali usai dipanen. “Untuk itu saya mengharapkan kepada petani kita untuk beralih ke metoda PTS dan menggunakan kompos dari jerami untuk membantu menyuburkan tanah, dengan mulai mengurangi pupuk-pupuk yang diproduksi pabrik,“ ungkap Mentan.
Kompos jerami, jelas Mentan, sangat baik dan dianjurkan digunakan pada budidaya padi termasuk sistem PTS yang mulai dikembangkan di daerah ini, karena  mempunyai banyak manfaat bagi tanaman maupun bagi tanah serta lingkungan. “ Manfaat kompos jerami ini diantaranya dapat mengemburkan tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air. Disamping juga dapat meningkatkan aktivitas biologi tanah, mengurangi pencucian unsure hara pada tanah dan dapat juga menekan penyakit  tanaman terutama yang bersifat tular tanah, “ tambah Mentan.
Disisi lain Mentan, juga mengharapkan kepada petani di daerah ini untuk berupaya mencari usaha sampingan. Karena dengan semakin terbatasnya lahan pertanian,dipastikan petani tidak akan bisa sejahtera dengan pendapatan yang diperolehnnya dari usaha pertanian. Banyak usaha yang bisa dilakukan petani untuk menambah pendapatan seperti sebagai penyalur pupuk, penangkar benih atau usaha lainnnya untuk menunjang pendapatan. Kemudian masalah permodalan yang dirasakan petani selama, maka pemerintah telah menyediakan kredit tanpa agunan yang mulai disalurkan BRI. “ Kredit ini bisa dimanfaatkan petani untuk menunjang usahanya, “ sebut Anton lagi.
Sementara itu Bupati Padangpariaman Muslim Kasim mengungkapkan, metoda PTS dan penggunaan kompos jerami di Kabupaten Padangpariaman selama ini telah terbukti meningkatkan produksi pertanian. Pada tahun 2007 lalu produksi padi sawah di daerah ini sebesar 4,43 ton per hektarnya dengan total produksi sebesar 240.196,83 jika intensitas pertanaman 2,35 persen tahun. “ Dengan PTS dan penggunaan kompos jerami produksi ditargetkan akan menjadi 288.236,18.18 ton selama setahun untuk dua kali musim tanam.
Hal ini akan mengalami kenaikan sebesar 48.039,36 ton. Artinya Padangpariaman akan mengalami surplus beras dari 30 persen dari total kebutuhan menjadi 45 persen atau sebesar 104.833,53 ton yang sebelumnya hanya 69.889,02 ton, “ ungkap Muslim Kasim. Berhasil pembangunan bidang pertanian di Kabupaten Padangpariaman, tambah Muslim Kasim, ini dibuktikan dengan berhasil dikuranginnya jumlah keluarga miskin di Padangpariaman. “ Kalau sebelumnya KK miskin itu berjumlah 28.000 KK dengan mulai dicanangkan sejumlah program pertanian daerah ini maka  jumlah keluarga miskin menurun  menjadi 14 ribu, “ ungkap Muslim Kasim lagi. (afi/mg13)

 

Pengadaan Beras Dalam Negeri Meningkat Juni 9, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 2:12 pm
Tags: , , , , , , ,

Pengadaan Beras Capai 1,6 Juta Ton
Pengadaan beras dalam negeri oleh Perum Bulog hingga akhir Mei mencapai 1.525.337 ton, meningkat jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu 937.744 ton. Ini berarti Indonesia sudah mencadangkan sekitar 5 persen dari target total produksi 33 juta ton beras. Cadangan ini diperuntukkan untuk raskin persediaan gawat darurat seperti bencana dan juga untuk kebutuhan dalam negeri.

Meski terjadi peningkatan, namun Perum Bulog sepertinya harus terus bekerja keras. Awalnya Bulog menargetkan pengadaan beras dalam negeri 2,4 juta ton. Namun karena kebutuhan beras miskin (raskin) yang tahun ini meningkat jumlahnya dari 10 kilogram per rumah tangga miskin (RTM) menjadi 15 kilogram  begitu juga dengan periodenya meningkat dari 10 bulan menjadi 12 bulan mengharuskan Bulog menyediakan 3,8 juta ton beras. Artinya terjadi kekurangan cadangan 2,2 juta ton.  
Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar kemarin mengungkapkan  idealnya, Indonesia harus mencadangkan beras 10 persen dari target produksi beras. Walaupun kenyataannya tahun lalu, pertambahan produksi beras secara nasional hanya 1,6 dari 2 juta ton tidak mencapai target. Realisasi raskin mencapai 1.222.223 ton dari 19.100.000 RTM sasaran.

Saat ini, terdapat 1,8 ton cadangan beras yang ada di gudang-gudang bulog. Karena 300 ribu ton beras masuk di gudang Bulog setiap bulannya. Cadangan ini cukup untuk enam bulan ke depan.                                                             WapresJusuf Kalla Saat Pencanangan Padi

Tanam  Sabatang di TanjungAur Padang,

Jumat (6/6). (foto arif pribadi/padek)

“Kita sudah memiliki cadangan untuk enam bulan ke depan. Kita Kita berharap kondisi ini terus terjadi sampai akhir tahun sehingga cadangan kita bisa mencapai 10 persen dari target produksi kita,” kata Mustafa saat menghadiri Seminar Nasional Gerakkan Massal Alih Teknologi Ketahanan Pangan Nasional (Gematek Pangan Utama Nasional) yang di gelar Unand di Bumiminang.

Mustafa mengakui untuk menuju 3,8 juta ton memang perlu kerja keras sehingga krisis pangan di Indonesia. Saat ini kata Mustafa memang panen raya sudah berlalu terutama di daerah-daerah sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan lainnya. Namun, realisasi pembelian beras petani terbesar sudah dilakukan seperti di Jawa Timur yang mencapai 401 ribu ton pada bulan April lalu. Kemudian Jawa Tengah mencapai 199 ribu ton, disusul Jawa Barat sebanyak 174 ribu ton, sekitar 108 persen dari target 141 ribu ton. Selain itu Sulawesi Selatan 93 ribu ton, Nusa Tenggara Barat mencapai 40 ribu ton  dan Sumatera Selatan 33 ribu ton. Sementara itu, cadangan tersebut juga dipengaruhi oleh harga beras di pasaran. Apalagi saat ini harga pasar lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sesuai dengan Inpres no 1/2008 yang berlaku sejak 22 April 2008 pengganti Inpres No.3 tahun 2007 ditetapkan HPP baru Gabah Kering Panen (GKP) Rp2.200/kg yang sebelumnya Rp2.000/kg, Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog Rp2.840/kg (sebelumnya Rp2.600) dan HPP beras di gudang Bulog Rp4.300 yang sebelumnya Rp4.000/kg.
Meski begitu, Bulog akan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pengadaan beras. Untuk yang jalur HPP, Perum Bulog katanya akan memberikan insentif dari harga HPP sedangkan jalur non HPP,  Bulog boleh membeli kualitas beras dibawah harga beras raskin Rp 4300 per kilogram. Harga tersebut boleh dibeli 10 persen dari harga raskin. Dari pembelian ini diperkirakan akan bisa dibeli beras 1 juta ton. Selain itu, Bulog juga akan bekerjasama dengan Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan melalui program penguatan cadangan beras  nasional melalui beberapa paket. Yakni 500 hektar treatment on farm dengan pemberian bibit gratis dan sebagainya, melakukan Gerakan Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Gabag/Beras (GP4GB) untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan target 300 ribu hektar, kerjasama dengan perbankan BRI dan Bukopin dengan target 200 ribu hektar untuk kredit pasca panen. Selain itu juga dilakukan kerjasama dengan Departemen Kehutanan dan Perhutani dengan 60 ribu lahan kering dan target produksi 1,2 juta ton.
“Dengan tiga program ini kita harapkan kekurangan pasokan bisa dipenuhi. Melihat kondisi ini kita masih belum buru-buru melakukan ekspor. Jika tahun 2008 ini kita sudah bisa surplus maka 2009 baru kita bisa melakukan ekspor. Makanya kita lihat dulu kondisi cadangan kita tahun ini, ” kata Mustafa. (afi)

 

Laki-laki Mau Dimanfaatkan? Juni 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 1:57 pm
Tags: , , ,

Mengelitik ketika ada yang bertanya kenapa laki-laki mau dimanfaatkan?Dimanfaatkan untuk hal-hal yang kadang tidak penting oleh seorang perempuan. Apa benar perempuan memanfaatkan laki-laki? Atau justru sebaliknya laki-laki yang memanfaatkan perempuan?

Dikehidupan nyata itu kadang terjadi.  Tapi laki-laki selalu mengelak kalau dibilang dimanfaatkan. Justru si laki-laki membantah, semua yang dilakukan karena ada maunya dari perempuan. Siapa yang dimanfaatkan dan memanfaatkan memang tergantung tujuan akhirnya seperti apa.

Kalau ada laki-laki yang bersedia dimanfaatkan asal apa yang diinginkan itu  tercapai. Tapi kadang istilah dimanfaatkan tak selalu dipandang negatif dengan berkilah untuk menolong kawan. Apa benar motif seperti itu?Atau memang ada laki-laki mau dimanfaatkan? Untuk kilah apapun?

 

Adipura Sebuah Prestise atau Pura-Pura? Juni 6, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 1:40 pm
Tags: , , , , , ,

Penilaian Adipura, Sempat Berdebat Semalaman

Penghargaan Adipura yang berhasil diperoleh oleh lima kota di Sumbar. Padang untuk kategori kota besar, Kota Solok, Sawahlunto, Batusangkar, untuk kota kecil dan sebuah sertifikat untuk Painan. Memang ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemerintah setempat. Namun apa benar Adipura untuk kebersihan kota atau hanya sekadar prestise menjadi yang terbaik di antara kota yang ada.
Banyak yang bertanya kenapa bisa dapat Adipura. Padahal pasarnya saja kotor,  aliran sungai tersumbat dan bla..bla…
Sebagai salah seorang tim penilai, rasanya tidak kecewa dengan hasil yang sekarang. Terutama untuk Payakumbuh dan Painan (kebetulan sempat melakukan penilaian di Payakumbuh, Padangpanjang,Bukittinggi dan Painan). Umumnya memang tidak banyak yang berubah dari kota Payakumbuh yang dua kali beturut-turut mendapatkan Adipura.  Di Payakumbuh ini, terjadi perdebatan sengit antar tim penilai. Debat mulut pun sempat terjadi antara tim penilai dari Sumbar dengan tim penilai Regional Lingkungan Hidup . Perdebatan baru mereda setelah memasuki hari kedua penilaiaan. Tim penilai di Sumbar menilai tim penilai  regional tidak realistis dalam melakukan penilaian. Salah satu contoh, satu PKL yang ada di jalan utama diberi nilai hingga 30. Padahal, keberadaan PKL tersebut tidak mewaliki jalan utama yang cukup panjang. Bahkan yang menjadi perdebatan, keberadaan pohon peneduh di sepanjang pertokoaan. Di lapangan ditemukan halaman pertokoan tidak bisa ditanami peneduh lagi. Kecuali penghijuan dengan pot-pot. Perdebatan yang membuat tegang urat leher ini akhirnya reda. Meski sehari sebelumnya tak ada tegur sama dengan tim regional sampai akhirnya dibuat kesepakatan sehingga penilaian dilanjutkan ke Bukittinggi.

Di Bukittinggi, objek yang menjatuhkan kota ini sehingga tidak mendapatkan Adipura kondisi pasar dan TPA. Pasar di Bukittinggi terutama pasar bawah dan Aur kuning jauh dari kondisi baik. Kendati di terminal Aur Kuning telah terpasang bildbord Perang terhadap sampah. Kenyataanya sampah masih tetap berserakan. Yang lebih memprihatikan, sampah kota ini dibuang di jurang Panorama. Apakah ini disebut peduli lingkungan? Kendati begitu, sejumlah jalan di kota wisata ini nyaris mendapat nilai sempurna karena pohon peneduh yang tersebut memenuhi fungsi sebagai peneduh.
Sedangkan untuk  Padangpanjang yang gagal meraih Adipura tahun ini rasanya memang banyak perubahan. Terutama untuk penilaiaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibat gempa, bangunan TPA banyak yang rusak sehingga tidak dapat dinilai.  Apalagi organisasi di Pemko tersebut juga berubah dari Dinas Lingkungan Hidup menjadi Kantor lingkungan hidup.
Di Painan sendiri, dibandingkan pada penilaian tahap satu jauh mengalami perubahan. Kota ini terus berbenah. Bahkan, pembinaan pun terus dilakukan. Meski tidak mendapatkan Adipura, tapi sertifikat setidaknya bisa memotivasi untuk lebih baik lagi tahun depan.
Dalam secara keseluruhan untuk mendapatkan Adipura tak hanya melihat faktor fisik saja. Organisasi dan pembinaan oleh daerah ternyata juga menjadi penilaian. Walaupun porsi penilaian Adipura untuk fisik 80 persen dan yang lain-lain 20 persen.
Terlepas dari penilaian. Apakah sesudah ini kota yang berhasil mendapatkan Adipura akan terus berbenah atau terlena?. Atau demi sebuah prestise, piala Adipura hanya sebuah kepura-puraan? Hanya masyakarat yang bisa menilai sesudah ini. Karena perubahan itu akan terlihat apakah pemerintah tetap konsen atau tidak.

 

Listrik Mati, Sempat Warnai Nikah Juni 5, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 1:13 pm
Tags: , , , , , ,

Dari Pernikahan Putri Pertama Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi

Tak ada yang berbeda dari pernikahan putri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Idola Prima Gita ST dengan Bobby Ardian Asli yang berlangsung di kediaman Gubernur kemarin. Hanya saja pengamanan arena pesta terlihat cukup ketat. Maklumlah, saksi nikah putri pertama gubernur tersebut orang nomor dua Indonesia Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jika ingin masuk arena pesta siap-siap untuk digeledah dan menunjukkan tanda pengenal. Meski selama pemeriksaan tidak ada yang diusir jika tidak memiliki kartu pengenal.

Afrianingsih Putri__Padang

Deretan karangan bunga sebagai tanda ucapan selamat berjejer di kiri kanan gerbang menuju kediaman gubernur. Sekitar 60 karangan bunga di hari pertama acara sudah terpajang. Namun karangan bunga tersebut tidak ada yang mengatasnamakan instansi dinas pemerintahan. Karangan bunga ini diperkirakan akan bertambah sampai resepsi pernikahan yang akan digelar Sabtu (7/6). Apalagi, Gubernur menyebarkan sekitar 4000 undangan untuk acara pernikahan puterinya yang berusia 23 tahun.

Jika melewati Jalan Sudirman, tak terlihat kemegahan pesta tersebut karena memang tenda dan pelaminan pernikahan di pasang di belakang Gubernuran. Pelaminan itupun sudah dipasang sejak sebulan yang lalu.

Tepat pukul 10.00 WIB, setelah saksi nikah Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Ny Mufida Kalla, Azwar Anas tiba dikediamanan Gubernur prosesi penikahan pun di mulai. Sejumlah pejabat penting ikut menghadiri acara sakral tersebut. Diantaranya, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy, Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Syahrul Ujud dan pejabat penting lainnya. Nikah yang digelar diruangan utama kediaman Gubernur tersebut terbatas untuk undangan penting dan kalangan keluarga kedua belah pihak. Sedangkan tamu lainnya dan wartawan berada di luar ruangan dan melihat dari layar monitor yang di pasang di beberapa sudut tenda.

Sebelum ijab kabul diucapkan kedua mempelai diharuskan meminta maaf kepada orangtua masing-masing. Diiringi irama saluang yang mendayu, kedua calon mempelai memohon ampunan kepada kepada kedua masing-masing orangtua. Suasana haru pun mulai terasa meski kedua calon mempelai dan kedua orangtua tak meneteskan air mata.

Selang 15 menit, prosesi ijab kabul pun diucapkan. Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Timur Sarkoni pun mempersilahkan Gamawan untuk menikahkan putri sulung yang baru di wisuda April 2008 lalu dari Fakultas Teknik Unand. Gubernur yang mengenakkan pakaian sederhana jas warna hitam dipadukan dengan sarung kotak-kotak warna merah dengan tenang mengucapkan kalimat sakral kepada calon mempelai pria.

Sementara itu, calon mempelai Bobbi yang mengenakkan setelan putih dipadukan dengan warna pink mengucapkan ijab kabul dengan lancar dengan mahar seperangkat alat shalat. Meski terlihat wajah yang cukup tegang dari putra pasangan Asil Abbas Datuak Tumaliak Nan Panjang dan Arnianti Agustian ini namun ijab kabul pun hanya diucapkan satu kali. Ucapan sah pun terdengar kerabat yang menghadiri prosesi. Berita acara, janji nikah dan buku nikah pun ditandatangani. Wapres yang juga rang sumando Minang ini pun menyerahkan buku nikah kepada kedua mempelai.

Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin. Namun pemasangn cincin tidak dilakukan oleh masing-masing mempelai. Untuk mempelai pria dipasangkan oleh ibu mempelai wanita Ny Vita Nova, begitu sebaliknya.

Buya Mas’oed Abidin yang dipercaya memberikan nasehat perkawinan mengatakan prosesi pernikahan yang berlangsung cepat semoga menjadi pertanda akan selalu diberi kemudahan dikemudian hari. Buya menekankan agar antara kedua belah pihak harus tetap menumbuhkan saling pengertian dan musyawarah dan menghindari sikap saling curiga. Apalagi menjadi calon ibu yang berarti ikutan bagi umat sebagai awal untuk penentu generasi selanjutnya.

“Yang perlu diingatkan jangan membuka aib keluarga sampai keluar. Apalagi di televisi sekarang banyak kita lihat masalah suami istri yang sudah menjadi konsumsi publik. Harusnya cukup ini diselesaikan di keluarga,” kata Buya.

Di penutup acara, saat doa berlangsung, tiba-tiba listrik mati. Akibatnya lampu diruangan tempat nikah pun menjadi gelap. Seketika terlihat kepanikan petugas pernikahan. Beberapa orang aparat polisi pun terlihat menuju ruangan tempat nikah. Namun belum sampai ditempat yang dituju, selang beberapa menit listrik kembali menyala. Salah seorang panitia pernikahan mengungkapkan listrik yang digunakan bukan menggunakan listrik PLN tapi menggunakan genset. Namun petugas tersebut tak mengetahui pasti mengapa listrik tiba-tiba mati. Kendati suasana gelap, pembacaan doa tetap dilanjutkan. Usai pembacaan doa, Wapres beserta rombongan melanjutkan foto bersama. Wapres pun tidak dijamu dengan makanan dijamba (makanan yang dijejer panjang dalam ruang). Tapi Wapres dengan resepsi makanan biasa di Gubernuran.

Sebelum prosesi pernikahan, Rabu (4/6) malam mempelai wanita melakukan serangkaian tradisi adat. Mulai dari bainai dan siraman rohani, saluang kampuang. Hari ini sekitar pukul 14.00 WiB akan ada acara babako dan resepsi sendiri akan dilakukan Sabtu (7/6) pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Selama ini banyak yang mempertanyakan siapa sebenarnya keluarga dari pasangan putri gubernur Sumbar ini. Bobby yang berusia 25 tahun ini merupakan anak dari Asil Abbas Datuak Tumaliak Nan Panjang, pensiunan karyawan PT Semen Padang. Sedangkan ibunya dan Arnianti Agustian seorang guru di SMA 1 Padang. Bobbi sendiri bekerja di salah satu bank swasta di Kota Padang. Menurut salah seorang kerabat, pertemuan Gita dengan Bobbi cukup singkat untuk akhirnya memutuskan ke jenjang pernikahan. Bobby yang awalnya dikenalkan oleh temanya sepertinya tidak mau berlama-lama ingin segera mempersunting Gita.Meski gubernur mengelar pesta perkawinan yang pertama kali, namun sehari sebelumnya, Gubernur  tetap beraktivitas menjalankan tugasnya. Bahkan Rabu sore Gubernur masih sempat menandatangani SK penetapan tarif AKDP yang sempat menjadi perdebatan.

 

Masjid Raya Sumbar Butuh Asupan Dana Juni 2, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 9:52 am
Tags: , , , , ,

Arab Saudi Ikut Membantu
Sebagai daerah yang berfilosopi Adat Basandi Sarak sarak Basandi Kitabullah yang memang kental nuansa Islam, hingga saat ini masih belum memiliki masjid raya yang mampu menampung ratusan jemaah. Persoalannya, kendati peletakkan batu pertamanya sudah dilakukan Desember 2007 lalu, pembangunan tersebut masih dalam tahap pemancangan. Yang lebih mengkhawatirkan, jika dana pembangunan ini tidak cukup, pembangunan akan terbengkalai. Jika ada kecukupan dana hingga Rp 500 miliar, maka masjid tersebut akan menjadi kebanggaan rang Minang.


Namun jika yang dibangunan hanya bangunan utama maka hanya membutuhkan dana Rp 234 miliar. Sedangkan jika pembangunan masjid lengkap dengan berbagai fasilitasnya membutuhkan dana  Rp 500 miliar. Kepala Biro Sospora Setprov Sumbar Kafrawi mengungkapkan dana APBD sendiri hingga 2009 hanya menampung Rp 100 miliar. Sisanya kata Kafrawi diharapkan dari semua pihak seperti dari perantau.
Dengan dana yang ada sekarang direncanangkan memasang 560 pancang tiang. Sehingga ditargetkan bulan Oktober 2009 sudah terbentuk konstruksi  umum bangunan dan sudah bisa dimanfaatkan untuk ibadah.
“Saat ini sedang dilakukan pemasangan 560 tiang pancang untuk konstruksi bangunan secara umum. Tahun 2009 mendatang konstruksi bangunan sudah teratap dan dapat digunakan untuk shalat. Jika seandainya saat pelaksanaan shalat Idul Fitri lapangan kantor Gubernur tidak bisa digunakan karena hujan, maka masjid yang berlokasi di Jalan Padang Baru tersebut sudah dapat digunakan,” kata Kepala Biro Sospora Kafrawi.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, ini tidak akan cukup. Makanya kita perlu bantuan dari semua lapisan masyarakat terutama dari perantau untuk membangun masjid yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar sendiri,” kata Kafrawi.
Dikatakannya, untuk pembangunan masjid raya ini, ada beberapa bahan yang tidak bisa dibeli di Indonesia. Sedangkan dana sebesar Rp 234 tersebut hanyalah untuk bangunan utama masjid saja. Sisanya nanti, akan dicarikan melakukan sumbangan dari masyarakat.
Rencananya akan dibentuk perhimpunan pengumpulan bantuan dana pembangunan masjid raya di Arab Saudi. Panitia Perhimpunan Arab Saudi sudah dibentuk dan panitia di sana pun kata Kafrawi sudah melakukan pendekatan dengan pimpinan kerajaan di Arab.
Dalam design, masjid dengan luas 18.800 m2 nantinya diharapkan dapat menampung 6000 jemaah. Dengan total luas masjid berserta  fasilitas penunjang seperti food court, area bisnis dan komersial serta lainnya mencapai 30.236 m2. (afi)