Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

Rinuak Juni 12, 2009

Diarsipkan di bawah: santap lezat — afrianingsih @ 9:01 am
Rinuak merupakan ikan khas Danau Maninjau yang gurih, tidak salah saat ini rinuak diolah menjadi makanan ringan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Salah satunya menjadi peyek yang terbuat dari tepung beras yang dicampur bumbu cabe dan bawang putih. Warna kuning peyek didapat dari kuningnya kunyit, lebih gurih dicamput irisan daun jeruk. Sesuai dengan namanya peyek rinuak ditaburkan di atas adonan peyek yang dicetak menyerupai lingkaran. Renyah dan gurih, itulah ungkapan kata yang keluar begitu menggigit peyek rinuak, sensasi rinuak yang menyebar diseluruh peyek bercampur gurihnya peyek membuat kerabat anda pasti ingin menikmati lagi.

Jadi jangan ragu lagi, peyek rinuak ini sangat khas untuk dijadikan oleh-oleh. Harganya cukup bersahabat, untuk peyek rinuak berat 250 gram cukup dengan uang Rp17.500 sudah dapat dibungkus jadi oleh-oleh untuk keluarga. Tidak perlu jauh-jauh mencarinya datang saja ke sentra oleh-oleh Cristine Hakim di Jalan Nipah Padang tepatnya di bawah Jembatan Siti Nurbaya Padang, segala macam peyek rinuak dapat anda pilih di sana. (zikriniati zn)

 

Siapa Presiden Pilihanmu?? Juni 11, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — afrianingsih @ 4:14 pm
Tags: , , ,

Tanggal 8 Juli 2009 dimulai babak baru penentuan siapa yang akan menjadi pemimpin bangsa ini lima tahun yang akan datang.Semuanya tergantung hati nurani kita akan memilih siapa diantara tiga calon Calon Presiden yang sudah ditetapkan KPU.
Siapapun presiden yang terpilih nanti, itu semua aspirasi rakyat Indonesia. Maka sudah sewajarnya pula rakyat juga memberikan dukungan. Walaupun akan ada yang menyatakan bahwa “saya nggak nusuk capres itu kok”. Namun keputusan besar sudah terjadi. Mau tidak mau, kita perlu tetap memberikan dukungan.Terlepas nanti apa kebijakan yang dikeluarkan.Yang terpenting biarkan dulu presiden bekerja optimal. Setelah itu baru memutuskan apakah mau milih presiden itu lagi jika jadi capres lima tahun yang akan datang. Ikuti kata hati, agar bisa memilih capres yang tepat.

Sebuah buku karya Prof DR Tjipta Lesmana MA, yang berjudul “Dari Soekarno Sampai SBY (Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa) sepertinya cukup menarik untuk dibaca. Bukan ingin mempromosikan buku ini,tapi dalam buku kita dapat melihat bagaimana pola komunikasi 6 presiden kita yang terdahulu. Dalam buku disebutkan pola komunikasi seorang pemimpin diakui tidak bisa dilepaskan dari tipe kepemimpinan orang itu. Tjipta memberikan analisis terhadap 6 presiden terdahulu berdasarkan cerita narasumber yang diambil Tjipta.

Mengutip dari buku yang ditulis Tjipta Lesmana setebal 396 halaman ini karateristik komunikasi politik 6 presiden kita yakni:
A. SOEKARNO
Terbuka,konsisten, artikulasi penyampaian visi dan misi sangat gamblang. Konteks komunikasinya sangat rendah, tegas. Ia cepat mengambil keputusan dan sangat firmed dalam pelaksanaan keputusan. Ia temperamental namun memiliki sense of humor yang tinggi. Ia pendendam

B. SOEHARTO
Tertutup,konsistensi cukup tinggi,konteks komunikasi bersifat situasional tapi umumnya tinggi, meski ia bisa juga sangat low context. Jika marah ekspresi wajahnya tidak disembunyikan.. Ia kuat dengan bahasa non verbal (angguk-angguk kepala, senyum, mengisap cerutu, bibir yang ditutup rapat-rapat, wajah murung,dsb). Penyampaian visi misi jelas (trilogi pembangunan, menjaga stabilitas nasional, melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni). Emosinya terkendali baik. Ia hampir selalu tampil dengan sosok yang cool, tidak ada rasa humor. Ketika mengambil keputusan, ia tergolong cepat dan firmed pula. Sekali ia membenci seseorang, seumur hidup tidak bisa luntur kebenciannya.

C. BJ HABIBIE
Sangat terbuka, namun terkesan mau menang sendiri dalam berwacana dan alergi terhadap kritik. Tapi ia no hard feeling, sangat demokratir, konteks rendah. Berbicara selalu sepat sehingga khalayak kadang tidak paham. Tidak punya visi misi sebab ia tampil sebagai presiden semata-mata keadaan darurat (UUd 1945 memang mengatur wakil presiden harus mengantikan presiden jika presiden wafat atau berhalangan tetap). Tujuan pokok pemerintahnya adalah menjaga agar repubik ini tidak hancur setelah dihantam krisis ekonomi yang parah sejak akhir 1997. Sebagai pemimpin yang sekonyong-konyong dihadapkan begitu banyak permasalahan pelik, Habibie tidak bisa berpura-pura tapi harus bertindak cepat di semua lini. Maka ia selalu tampak serius jalan cepat, bicara cepat tidak ada sense of humor.

D. KH ABDURRAHMAN WAHID
Sangat terbuka,demokratis (tapi cenderung diktator juga mengingat latar belakang kyai), sangat impulsif. Ia bisa tertawa terbahak-bahak karena rasa humornya yang begitu tinggi. Namun bisa menggebrak meja sekerasnya di depan komunikannya. Ia suka menggertak lawan. Bicara “blong”, seolah tidak filter sama sekali. Konteksnya middle low context. Ia pun tidak pusing dengan kritik terhadap dirinya darimana pun datangnya. Semua lawannya setiap saat bisa dimaafkan. Jadi tidak pernah ada hard feeling, tapi kadang ia bisa dendam juga pada lawan politik. Konsistensi amat sangat rendah. Apa yang dikatakan pagi hari, sorenya bisa dibantah sendiri. Nyaris tidak pernah menyinggung visi misi dalam pidato-pidatonya.

E. MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
Cukup demokratis, tapi tertutup, cepat emosional (marah, tertawa terpingkal-pingkal, sedih bahkan menangis di ruang publik sekalipun ), kadar konsistensinya kurang. Dimanapun ia berusaha melempar senyum, namun komunikasinya berkonteks tinggi meski tidak setinggi Soeharto. Kadang ia juga bisa low contex apalagi sebelum menjadi presiden. Dengan orang-orang yang memiliki kedekatan khusus, ia bisa berkonteks rendah bahkan curhat. Ia alergi pada kritik, komunikasi politiknya didominasi oleh keluhan dan unek-unek, nyaris tidak pernah menyentuh visi misi pemerintahannya. Tanpa diragukan lagi ia sangat pendendam

F.SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Demokratis, menghargai perbedaan pendapat tetapi selalu defensif jika dikritik. Ia ultra hati-hati dalam segala hal sehingg terkesan bimbang dan ragu. Konteks bahasa antara tinggi dan rendah tapi kecenderungannya tinggi. Sebagai seorang yang perfectionist ia selalu berusaha berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan verbal yang sempurna. Kata dan kalimat diucapkan jelas sekali, diperkuat oleh intonasi dan suara yang mantap. Konsistensinya termasuk buruk sering plin plan plintut membingungkan publik. Kadang ia tampil dengan medium high context (berputar-putar) terutama ketika ia belum siap dengan keputusannya. Rasa humor kurang dan emosi cukup tinggi bahkan bisa lepas kendali. Dimanapun ia memperlihatkan wajah serius, nyaris tidak pernah tertawa maksimal hanya tersenyum.

Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dari analisis buku yang ditulis Tjipta ini. Tergantung bagaimana kita melihat dari sudut pandang yang mana.

Siapapun pilihan presidenmu nanti pastikan itu sesuai dengan hati nurani. Wah…Maaf ya jika ada yang tidak berkenan dari tulisan ini..

 

Gubernur Keluarkan 7 Langkah Antisipasi Mei 16, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — afrianingsih @ 1:55 pm
Tags: , ,

www.padangekspres.co.id

Antisipasi dampak perkembangan perekonomian Bahan Bakar Minyak (BBM), Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menyurati bupati/walikota se Sumbar. Dalam surat yang juga ditembuskan ke Presiden dan Wakil Presiden tersebut, Gubernur meminta masing-masing kepala daerah menyikapi tujuh langkah kebijakan yang perlu diperhatikan dalam menghadapi rencana kenaikan BBM.

Tujuh langkah yang perlu disikapi oleh masing-masing kabupaten kota yakni kepala daerah harus menciptakan situasi dan kondisi yang kondisi bagi stabilitas ekonomi, sosial politik dengan selalu menjaga keamanan umum, mempercepat kegiatan proyek di lapangan kerja terbuka, mengusahakan kegiatan lebih banyak dalam anggaran perubahan yang bersifat padat karya. Selain itu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pengentasan kemiskinan agar ada jaminan berjalan lancar dan mencapai sasaran, melakukan pengawasan agar tidak terjadi spekulasi atau penimbunan dalam distribusi premium, solar dan minyak tanah.

Gubernur juga meminta kepala daerah untuk menugaskan camat, walinagari, lurah, kepala desa dan aparat lainnya agar mencermati kehidupan masyarakat, melaporkan serta melakukan tindakan yang tepat bila ditemukan masyarakat yang kelaparan, masramus dan rawan pangan serta sosial lainnya. Jika seandainya ditemukan masalah-masalah tersebut Gubernur meminta agar kepala daerah segera melaporkannya sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dengan segera.

“Kemarin (14/5) surat tersebut sudah kita kirimkan ke bupati walikota. Kita mengharapkan bupati/walikota dapat segera menyikapi hal ini. Karena kenaikan BBM ini pasti akan ada dampaknya. Makanya perlu kita sikapi dari sekarang sehingga kita betul-betul siap dengan adanya kenaikan BBM. Nanti saya akan panggil masing-masing kepala daerah untuk membicarakan kebijakan yang diambil dalam menyikapi kenaikan BBM ini,” kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Gedung DPRD Sumbar kemarin.

Diakuinya, saat ini sudah mulai terjadi kenaikan harga di pasaran akibat adanya mekanisme pasar. Saat ini jumlah permintaan meningkat, akibatnya harga barang pun mulai mengalami peningkatan.

“Kenaikan harga yang saat ini terjadi merupakan mekanisme pasar. Kita tidak mengatur mekanisme ini. Namun yang perlu tetap diperhatikan bagaimana pendistribusian akan tetap berjalan lancar, selain juga menjamin komoditi utama mulai dari beras, minyak tanah, minyak goreng dan kebutuhan utama lainnya,” kata Gubernur lagi.

Gubernur merencanakan akan melakukan pertemuan dengan semua unsur muspida untuk memantau semua ketersediaan kebutuhan pokok. Nantinya akan dilakukan pengecekan kebutuhan pokok. Jika sewaktu-waktu, kondisi ekonomi bermasalah dengan meningkatkannya kebutuhan pokok maka persediaan stock tersebut bisa disiapkan. (padek/15/5/afi)

 

Instruksi Hemat Energi, Apakah Mampu Dihemat Mei 16, 2008

Diarsipkan di bawah: News, Uncategorized — afrianingsih @ 12:33 pm
Tags: , , ,

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi sudah mengeluarkan instruksi untuk hemat energi sesuai dengan intruksi presiden. Instruksi yang ditujukan untuk instansi pemerintahan tersebut apakah mampu dijalankan seluruh jajaran pemerintahan. Atau memang hanya sekadar instruksi saja. Silahkan gubernur membuat instruksi, tapi yang dibawah tidak peduli.Apakah kenyataan itu akan dihadapi atau memang instruksi akan berjalan sesuai yang diharapkan?

Kebijakan yang cepat tersebut memang patut diberi amplus. Tapi kalau tidak berjalan, apakah yang akan dilakukan. Toh, nanti yang dibawah menganggap tidak ada pengaruhnya juga terhadap mereka. Yang hemat yang untuk pemerintah, gaji nggak akan berkurang..

Kadang capek juga melihat kebijakan pemerintah. Apakah mungkinkah kebijakan tersebut betul-betul bijak sehingga sampai meresap hingga lapisan ke bawah. Ada yang pesimis, tapi ada juga yang yakin akan tercapai.