Hanya tinggal hitungan minggu. Atau hanya tinggal hitungan hari. Kalau besok datang, hari itu akan berkurang lagi. Apakah semuanya akan siap? Atas nama amanah dan ibadah, semua keikhlasan harus tetap diperteguhkan. Walau kadang, para setan bergentayangan untuk membisikan kata-kata ragu.
Hari itu akan dijelang. Kalau ditanya siap atau tidak siap, maka pertanyaan ini tidak akan ada habis-habisnya. Selalu saja ada alasan. Kadang hati mantap, kadang hati bimbang. Semua ini langkah awal untuk bisa memulai dengan baik.
Siap tidak siap, hari itu akan datang. Siapkan mental, uji keberanian untuk sebuah tantangan hidup baru. Semoga tantangan itu tidak akan jauh berbeda dari apa yang sudah dijalankan sekarang. Jangan pernah terselip lagi kata bimbang. Karena itu akan kacaukan semuanya.
Minggu kedua November. Semoga tanggal itu keberuntungan. Mulai hari itu dan untuk waktu yang seterus, keberuntungan selalu datang. Walau, di awalnya harus rela meninggalkan apa yang sudah dikerjakan.
Menghitung hari. Begitu, judul lagu Krisdayanti. Sepertinya sebuah kata melankolis. Namun, memang “menghitung hari” rasanya begitu berat jika waktu itu dihitung hingga ada sebuah kata-kata deadline. Semoga ini awal kebaikan. Amin (15 Oktober 2008)


