Boneka kayu berambut pisang..Sepertinya memang terkesan menyeramkan. Tapi itu mengingatkan akan masa anak-anak dulu.Masa anak-anak seperti memang belum bisa dilupakan. Bahkan sampai sekarangpun, rasanya sulit untuk meninggalkan masa itu, jika seandainya tahun tidak berganti dan bulan pun tidak berputar, mungkin tidak ingin melepaskan masa-masa itu. Di masa itu tidak ada beban untuk memikirkan masalah yang berat. Karena hanya disuruh untuk ke sekolah dan mengerjakan PR. Selebihnya, ya..waktunya main.
Jika ingat dulu, rasanya ingin kembali ke masa itu. Menikmati rasa dimanja orangtua, berlari-lari untuk menikmati hujan dan bermain rumah-rumahan di teras depan rumah. Dulu ketika masih SMA, semua alat permainan di waktu SD tersebut masih tersimpan. Namun sekarang entah kemana barang-barang itu. Ada sendok-sendok kecil, ada piring gelas perak ada juga boneka kayu yang dulu pernah dibuatan papa. Boneka yang unik, tapi tak perlu membelinya di toko mewah. Cukup hanya, menyediakan kayu balok kemudian dilukis wajah di kayu tersebut. Tak kalah pentingnya, si boneka kayu diberi rambut. Rambutnya, terbuat dari daun pisang yang disisir halus-halus sehingga menyerupai rambut. Kemudian daun pisang di keringkan. Rambut-rambutan itupun dipasangkan ke balok kayu itu. Rambut daun pisangpun, seperti tahan lama. Walaupun dibelikan boneka yang sudah jadi dari toko, yang menyerupai bayi, boneka kayu tetap tak mau dibuang. Jadilah, sekarang boneka kayu ada teman baru dari dunia yang berbeda.
Bukan hanya boneka kayu, dulu sering sekali bermain masak-masakan dengan teman-teman. Mengumpulkan semua daun-daun dan bunga-bunga menjadi hidangan yang “istimewa”. Mhmmm…, bahkan waktu itu berpikir coba kalau masakan ini sungguhan alangkah lezatnya untuk disantap..
Merupakan kesenangan yang luar biasa ketika bermain rumah-rumahan dan menyisir serta mengikat rambut boneka. Dulu, sempat rebutan dengan kakak karena punya kakak dibikinin jauh lebih bagus. Geli rasanya, jika ingat masa itu. Tapi sekarang, semua barang tersebut menghilang atau telah terbuang.
Kemarin, kenangan masa kecil yang bahagia itu sempat terbayang ketika singgah di sebuah masjid di daerah Pasar Baru Padang. Anak-anak yang mengaji di sana terlihat ceria bermain sambail memegang sebuah makanan. Penasaran dengan apa yang dimakan.. Ternyata di samping masjid ada sebuah “uni” yang menjual sate sosis dan sate nugget dengan gerobok.
Mengiurkan juga. Tapi yang berdiri di sekitar gerobak tersebut hanya anak-anak yang sibuk mengorang sendiri sate sosis. Penasaran ingin mencoba.. Tapi tengok kiri-kanan, tak apa-apalah ikutan berdiri juga untuk mencoba. Akhirnya, pengorengan dipasang di gerobok tersebut dikerubungi. Asyik juga rame-rame jajan sate sosis. Walaupun, sekarang banyak yang bilang jajanan anak-anak harus hati-hati dikonsumsi.
Yang namanya anak-anak, yang penting enak dan menarik untuk dicoba. Kalau udah tertarik, kadang tidak terpikirkan apakah jajanan itu sehat atau tidak. Yang penting dimakan dulu.. Kapan lagi coba jajanan anak-anak ini. Walaupun sorotan mata anak-anak tersebut tak henti memang diri ini. Cuek aja lah..Mmmh…(**)


