Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

Sumbar SME’sCO 2008 Dibuka Agustus 26, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 9:48 am
Tags: , , , , , , , ,

Tampilkan Produk Dalam Negeri Berkualitas

Ingin mendapatkan produk berkualitas langsung dari produsen dengan harga terbaik tak perlu jauh-jauh. Hari ini telah dibuka pameran nasional usaha kecil, menengah dan koperasi Sumbar SME’sCO (Small Medium Enterprises Cooperative)  2008 di Bagindo Aziz Chan. Pameran yang digelar 5 hari ini (27-31 Agustus) ini akan menampilkan produk-produk dalam negeri hasil pengembangan dan karya dari pengusaha kecil menengah dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari tekstil, bordir/songket, batik/tenun, kerajinan ukir, industri kulit, tas, sepatu,kerajinan emas/perak, jewellery, aksesoris, handicraft, furniture, agrobisinis, perlengkapan rumah tangga dan lainnya.
Pameran yang rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Surya Dharma Ali  hari ini pukul 11.00 WIB akan   diikuti oleh 68 stand denganb 76 UKM dari Sumbar dan provinsi lainnya. Saat ini sudah ada 11 provinsi yang menyatakan ikut dalam pameran tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Benhkulu dan DI Yogyakarta. Sedangkan 7 BUMN juga ikut berpartisipasi untuk menampilkan produk mitra binaan mereka. Yakni Padagaian, Bank Mandiri, PT Pos, Perlindo II, Perlindo III, Jamsostek dan Pertamina.
Wakil Kepala Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Fachril Murad mengungkapkan pameran ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan di Jakarta tanggal 30 Juli-2 Agustus. Pameran ini merupakan kerjasama antara Kementerian Koperasi UKM dan Kementerian BUMN serta Pemerintah Provinsi Sumbar dengan pihak penyelenggara PT Prima Cipta Mandiri yang bertujuan sebagai ajang promosi produk UKM dan koperasi.
“Kegiatan ini moment-nya bertepatan jelang lebaran. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan jelang lebaran dan puasa,” kata Fachril di dampingi Ketua Pelaksanaan PT Prima Citra Mandiri Endang SSN di ruang kerjanya kemarin.
Menurutnya, di Sumbar sendiri sudah ada 14 kabupaten/kota yang sudah menyatakan kesiapannya mengikuti pameran. Walaupun awalnya, ada 16 kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi. Diantaranya, Kabupaten Solok, Payakumbuh, Agam, Pasaman, Padangpanjang, Bukittnggi, Sawahlunto, Padang, Kota Solok, Limapuluh Kota, Pariaman dan Sijunjung.
Sementara itu Endang menambahkan Sumbar menjadi daerah pertama di Sumatera di gelar pameran ini. Selama ini kegiatan ini lebih sering dilakukan di Jakarta. Sumbar menjadi daerah keempat sebagai tempat penyelenggaraan ini di luar Jakarta. Sebelumnya, di gelar di Kalbar, Jateng dan Jabar. Jika sebelumnya, di luar Jakarta transaksi selama pameran bisa mencapai Rp 6 miliar. Karena, ada beberapa UKM yang kerjasamanya berlanjut untuk jangka panjang.
“Karena ini melibatkan berbagai provinsi kita memilih lokasi penyelenggara yang mudah arus tranportasinya, keamanan terjamin dan tempat penyelenggaran tersedia,” kata Endang yang juga berasal dari Sumbar ini.
Selain menampilkan produk-produk UKM, dalam kegiatan ini juga menampilkan kesenian Minang, lomba mewarnai, pemberian door prize dan lainnya. (afi)

 

Terkenang Masa Kecil Agustus 23, 2008

Diarsipkan di bawah: Sekilas — afrianingsih @ 3:06 pm
Tags: , , , ,

Suasana bermain masa kecil dulu rasanya rindu untuk dimainkan lagi. Apalagi jajanan di waktu kecil dulu rasanya ingin dicoba lagi. Ketika kesempatan itu datang, wah rasanya nggak sukan-sukan ingin ikutan ketika ada seorang uni yang menawarkan jajanan anak-anak sosis, nugget goreng. Rebutan untuk mengoreng..seru juga

 

Sup Tulang Sum-Sum Agustus 23, 2008

Diarsipkan di bawah: santap lezat — afrianingsih @ 2:33 pm
Tags: , , , , , ,

Makanan ini sepertinya memang identik dengan kata “berlemak”. Kalau yang memiliki kalesterol tinggi, wah hati-hati aja. Serba lemak. Kendati begitu, namun rasa penasaran untuk mencicipi makanan seperti lebih besar ketimbang memikirkan lemak-lemak.
Namanya, suop tulang sum-sum. Cara makanan, tak lazim digunakan. Jika selama ini sedotan hanya digunakan untuk minum juice, tapi untuk menu ini sedotan juga bermanfaat. Semua alat makan digunakan jika mau memakan masakan ini. Mulai dari pisau, garpu, sendok plus sedotan.

Pertama kali tertarik ingin mencoba makanan yang dijual di persimpangan Jalan Kampus STIQ Padang, karena cerita seorang teman yang selalu menawarkan untuk mencoba makan soup dengan sedotan. Penasaran juga. Gimana rasanya makan soup dengan menyedot lemak-lemak yang tersimpan dalam tulang sapi tersebut.

Ketika kesempatan itu ada, rasa penasaran pun terjawab. Alamak, porsinya cukup besar juga.

Sepertinya, semakin tertantang untuk mencoba. Soup tulang sum-sum disajikan dalam sebuah piring ditambah dengan potongan-potongan tulang-tulang.
Rasanya, enak juga. Dan tak kalah pentingnya, ketika menyedot lemak yang terselip dalam tulang betul-betul nikmat. Yummi…Langsung kena dilidah deh. Kebetulan sum-sum tulang yang disajikan warnanya hitam (nggak tahu juga apa itu istilahnya. Yang penting warnanya hitam).

Sebenarnya, ini bisa saja dibuat sendiri. Hanya tinggal membeli tulang-tulang sapi yang besar kemudian dimasak seperti membuat suop biasa. Apalagi rebusan tulang sapi tersebut semakin menambah nikmat kuah sup. Mmmmh…(*)

 

Boneka Kayu, Berambut Daun Pisang Agustus 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 11:51 am
Tags: , , , , ,

Boneka kayu berambut pisang..Sepertinya memang terkesan menyeramkan. Tapi itu mengingatkan akan masa anak-anak dulu.Masa anak-anak seperti memang belum bisa dilupakan. Bahkan sampai sekarangpun, rasanya sulit untuk meninggalkan masa itu, jika seandainya tahun tidak berganti dan bulan pun tidak berputar, mungkin tidak ingin melepaskan masa-masa itu.  Di masa  itu tidak ada beban untuk memikirkan masalah yang berat.  Karena hanya disuruh untuk ke sekolah dan mengerjakan PR. Selebihnya, ya..waktunya main.
Jika ingat dulu, rasanya ingin kembali ke masa itu. Menikmati rasa dimanja orangtua, berlari-lari untuk menikmati hujan dan bermain rumah-rumahan di teras depan rumah. Dulu ketika masih SMA, semua alat permainan di waktu SD tersebut masih tersimpan. Namun sekarang entah kemana barang-barang itu. Ada sendok-sendok kecil, ada piring gelas perak ada juga boneka kayu yang dulu pernah dibuatan papa. Boneka yang unik, tapi tak perlu membelinya di toko mewah. Cukup hanya, menyediakan kayu balok kemudian dilukis wajah di kayu tersebut. Tak kalah pentingnya, si boneka kayu diberi rambut. Rambutnya, terbuat dari daun pisang  yang disisir halus-halus sehingga menyerupai rambut. Kemudian daun pisang di keringkan. Rambut-rambutan itupun dipasangkan ke balok kayu itu. Rambut daun pisangpun, seperti tahan lama. Walaupun dibelikan boneka yang sudah jadi dari toko, yang menyerupai bayi, boneka kayu tetap tak mau dibuang. Jadilah, sekarang boneka kayu ada teman baru dari dunia yang berbeda.
Bukan hanya boneka kayu, dulu sering sekali bermain masak-masakan dengan teman-teman. Mengumpulkan semua daun-daun dan bunga-bunga menjadi hidangan yang “istimewa”. Mhmmm…, bahkan waktu itu berpikir coba kalau masakan ini sungguhan alangkah lezatnya untuk disantap..
Merupakan kesenangan yang luar biasa ketika bermain rumah-rumahan dan menyisir serta mengikat rambut boneka. Dulu, sempat rebutan dengan kakak karena punya kakak dibikinin jauh lebih bagus. Geli rasanya, jika ingat masa itu. Tapi sekarang, semua barang tersebut menghilang atau telah terbuang.
Kemarin, kenangan masa kecil yang bahagia itu sempat terbayang ketika singgah di sebuah masjid di daerah Pasar Baru Padang. Anak-anak yang mengaji di sana terlihat ceria bermain sambail memegang sebuah makanan. Penasaran dengan apa yang dimakan.. Ternyata di samping masjid ada sebuah “uni” yang menjual sate sosis dan sate nugget dengan gerobok.
Mengiurkan juga. Tapi yang berdiri di sekitar gerobak tersebut hanya anak-anak yang sibuk mengorang sendiri sate sosis. Penasaran ingin mencoba.. Tapi tengok kiri-kanan, tak apa-apalah ikutan berdiri juga untuk  mencoba. Akhirnya, pengorengan dipasang di gerobok tersebut dikerubungi. Asyik juga rame-rame jajan sate sosis. Walaupun, sekarang banyak yang bilang jajanan anak-anak harus hati-hati dikonsumsi.
Yang namanya anak-anak, yang penting enak dan menarik untuk dicoba. Kalau udah tertarik, kadang tidak terpikirkan apakah jajanan itu sehat atau tidak. Yang penting dimakan dulu.. Kapan lagi coba jajanan anak-anak ini. Walaupun sorotan mata anak-anak tersebut tak henti memang diri ini. Cuek aja lah..Mmmh…(**)

 

Rekaman Kotak hitam pesawat AdamAir, antara Percaya dan Tak Percaya Agustus 2, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 2:26 pm
Tags: , , , ,

Antara percaya dengan tidak percaya dengan hasil Rekaman Kotak hitam pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI-574 yang hilang di Selat Makassar dalam penerbangan dari Surabaya ke Manado tahun 2007 lalu yang kini telah tersiar ke publik. Karena kotak hitam yang seharusnya sangat dijaga kerahasiaannya telah menjadi konsumsi banyak orang. Bahkan juga membuat penasaran untuk didengarkan.
Sebuah pertanyaan besar, apakah memang patut itu menjadi konsumsi publik? Atau hanya ingin menunjukkan barang bukti? Tapi kalau memang benar rekaman asli, kesedihan akan kembali menyelimuti keluarga para penumpang. Mungkin kesedihan itu kembali mengangga. Apalagi dalam rekaman tersebut terdengar kepanikan kru pesawat. Lalu bagaimana dengan penumpang?
Apa pula yang akan dibayangkan oleh keluarga korban penumpang. Itu akan kembali membuka duka lama yang mungkin masih belum sembuh. Apalagi histeris teriakan kru pilot yang mengucapkan kalimat Allahu Akbar, sungguh memilukan.
Coba bayangkan anggota keluarga kita ditengah kepanikan, diujung maut tapi tidak bisa berbuat, hanya bisa berserah diri. Jenazah pun tidak ditemukan. Lalu, mereka mendengarkan rekaman itu?
Benar atau tidak rekaman itu, yang penting Keluarga Korban Tetap Tabah Dalam Menghadapi Cobaan Allah. Semua telah diatur olehNya.
Mungkin ada juga yang akan ketakutan dengan mendengar rekaman tersebut dan terlalu meresapinya. Sampai-sampai berpikir dua kali untuk naik pesawat terbang. Ketakutan dan ketidakpercayaan, mungkin saja muncul. Namun, risiko dari sesuatu memang harus ada. Tergantung bagaimana kita mempersiapkan diri untuk risiko.
Sebelumnya, kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan di koordinat 03.41.02S dan 118.08.53E. Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan di koordinat 03.40.22S dan 118.09.16E. FDR ditemukan pukul 12.29 WIT di kedalaman 2.000 meter, sedangkan CVR ditemukan pukul 10.00 WIT di kedalaman yang sama dengan lokasi 21 meter dari FDR.