Rakyat jelata memang harus siap menjadi apa saja
Tak peduli itu mau akan dihancurkan atau dikambinghitamkan
Malangnya, air mata darah akan menjadi pengaduan terakhir
Ketika bersalah, tidak ada ampun baginya
Sungguh hebat yang namanya penguasa
Dengan alasan itu, nasib rakyat jelata ini terpinggirkan
Tak peduli akan dijepit
Tak peduli terhimpit
Yang penting penguasa berkuasa
Bisakah sang penguasa menjadi pendorong semangat untuk nasib jelata ini?
Harusnya, nasib jelata ini terselamatkan
Karena pemimpin adalah pembimbing
Bukan sebagai penjerumus
Namun apa yang terjadi
Sungguh malang nasib jelata kini
Padahal sebelumnya, sang penguasa juga pernah merasakan jadi jelata
Tapi entah mengapa?
Pengalaman masa lalunya, seolah dikaburkan
Yang penting ini masanya sekarang dia memimpin
Saatnya membalas kesakitan yang dulu pernah dirasakan
Semua memang tergantung penguasa
Jika ingin dekat dengan penguasa, apakah harus menjilat atau melihatkan kinerja?
Padang,23 Juli 2008.



namanya juga penguasa neng!
Memang spt itulah penguasa.
Memang benar, mereka mungkin ingin membalas…
Manusia senang menguasai manusia. Begitulah sikap manusia.
Lagipula, terutama di Indonesia, idealisme sulit utk ditegakkan. Mereka harus mengikuti sekitar mereka. Penguasa-penguasa yg lain bertindak spt itu sebelumnya, makanya dia pun jd ikut-ikutan…