Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

SKB Coba-Coba? Juni 10, 2008

Diarsipkan di bawah: Oret-oret — afrianingsih @ 12:51 pm
Tags: , , , , , , ,

Akhirnya setelah dua bulan Bakopakem melakukan rapat, Surat Keputusan Bersama (SKB) baru dikeluarkan kemarin (9/6). Banyak yang memandang SKB yang dikeluarkan pemerintah sangat hati-hati . Bahkan ada juga yang berpandangan sinis, SKB tersebut hanya sekadar coba-coba. Pasalnya, tidak ada sanksi tegas terhadap pembekuan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) jika melanggar SKB tersebut.

Banyak yang menyangsikan SKB ini dapat berjalan efektif. Karena, pemerintah pusat berkesan coba-coba dulu dan melihat reaksi setelah keluar SKB ini. Efektif atau tidaknya tergantung bagaimana nantinya pihak-pihak terkait menyikapi SKB tersebut. Karena ini menyangkut kerukunan dalam beragama.

Apa betul itu SKB coba-coba? Atau memang pemerintah memang terlalu hati-hati?Atau SKB ini hanya untuk merendam emosi sebagian masyarakat? Entahlah. Mungkin banyak pertimbangan yang dilakukan pemerintah. Apalagi dasar hukum untuk memberikan sanksi tidak mengatur. Namun, pemerintah  memang harus menetapkan aturan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

Persoalan lain yang kadang juga menjadi perdebatan, kenapa harus menunggu dua bulan setelah terjadi peristiwa Monas, pemerintah seolah-olah buru-buru mengeluarkan SKB?. Apakah memang masyarakat kita yang tidak sabaran dalam menunggu keputusan SKB ini atau memang pemerintah menunggu reaksi dulu? Mumpung masyarakat adem-adem saja, pemerintah, juga adem-adem?

Banyak yang memberikan pendapat,” begitulah pemerintah terlalu hati-hati, saking hati-hatinya tidak mengeluarkan keputusan sama sekali. Sekali keluar itu pun sudah ada yang berdarah-darah”. Memang lucu pernyataan itu, kok pemerintah jadi serba salah. Tidak mengeluarkan SKB salah, mengeluarkan SKB juga dikritik. Aduh…payahnya posisi pemerintah.

Tapi, keluarnya SKB ini sebagai langkah awal, bahwa kerukunan ini perlu tetap dijaga. Terlepas apakah itu SKB coba-coba atau SKB yang tak “bergigi”. Semoga saja SKB ini dapat meredam dan mewujudkan Indonesia tetap damai, rukun dan berbagai suku, agama dan ras..Saatnya Indonesia bangkit lebih baik. Indonesia bisa (bisa nggak ya…:) )

 

Leave a Reply