Ketika Kata Bercerita

Inspirasi

Listrik Mati, Sempat Warnai Nikah Juni 5, 2008

Diarsipkan di bawah: News — afrianingsih @ 1:13 pm
Tags: , , , , , ,

Dari Pernikahan Putri Pertama Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi

Tak ada yang berbeda dari pernikahan putri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Idola Prima Gita ST dengan Bobby Ardian Asli yang berlangsung di kediaman Gubernur kemarin. Hanya saja pengamanan arena pesta terlihat cukup ketat. Maklumlah, saksi nikah putri pertama gubernur tersebut orang nomor dua Indonesia Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jika ingin masuk arena pesta siap-siap untuk digeledah dan menunjukkan tanda pengenal. Meski selama pemeriksaan tidak ada yang diusir jika tidak memiliki kartu pengenal.

Afrianingsih Putri__Padang

Deretan karangan bunga sebagai tanda ucapan selamat berjejer di kiri kanan gerbang menuju kediaman gubernur. Sekitar 60 karangan bunga di hari pertama acara sudah terpajang. Namun karangan bunga tersebut tidak ada yang mengatasnamakan instansi dinas pemerintahan. Karangan bunga ini diperkirakan akan bertambah sampai resepsi pernikahan yang akan digelar Sabtu (7/6). Apalagi, Gubernur menyebarkan sekitar 4000 undangan untuk acara pernikahan puterinya yang berusia 23 tahun.

Jika melewati Jalan Sudirman, tak terlihat kemegahan pesta tersebut karena memang tenda dan pelaminan pernikahan di pasang di belakang Gubernuran. Pelaminan itupun sudah dipasang sejak sebulan yang lalu.

Tepat pukul 10.00 WIB, setelah saksi nikah Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Ny Mufida Kalla, Azwar Anas tiba dikediamanan Gubernur prosesi penikahan pun di mulai. Sejumlah pejabat penting ikut menghadiri acara sakral tersebut. Diantaranya, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy, Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Syahrul Ujud dan pejabat penting lainnya. Nikah yang digelar diruangan utama kediaman Gubernur tersebut terbatas untuk undangan penting dan kalangan keluarga kedua belah pihak. Sedangkan tamu lainnya dan wartawan berada di luar ruangan dan melihat dari layar monitor yang di pasang di beberapa sudut tenda.

Sebelum ijab kabul diucapkan kedua mempelai diharuskan meminta maaf kepada orangtua masing-masing. Diiringi irama saluang yang mendayu, kedua calon mempelai memohon ampunan kepada kepada kedua masing-masing orangtua. Suasana haru pun mulai terasa meski kedua calon mempelai dan kedua orangtua tak meneteskan air mata.

Selang 15 menit, prosesi ijab kabul pun diucapkan. Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Timur Sarkoni pun mempersilahkan Gamawan untuk menikahkan putri sulung yang baru di wisuda April 2008 lalu dari Fakultas Teknik Unand. Gubernur yang mengenakkan pakaian sederhana jas warna hitam dipadukan dengan sarung kotak-kotak warna merah dengan tenang mengucapkan kalimat sakral kepada calon mempelai pria.

Sementara itu, calon mempelai Bobbi yang mengenakkan setelan putih dipadukan dengan warna pink mengucapkan ijab kabul dengan lancar dengan mahar seperangkat alat shalat. Meski terlihat wajah yang cukup tegang dari putra pasangan Asil Abbas Datuak Tumaliak Nan Panjang dan Arnianti Agustian ini namun ijab kabul pun hanya diucapkan satu kali. Ucapan sah pun terdengar kerabat yang menghadiri prosesi. Berita acara, janji nikah dan buku nikah pun ditandatangani. Wapres yang juga rang sumando Minang ini pun menyerahkan buku nikah kepada kedua mempelai.

Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin. Namun pemasangn cincin tidak dilakukan oleh masing-masing mempelai. Untuk mempelai pria dipasangkan oleh ibu mempelai wanita Ny Vita Nova, begitu sebaliknya.

Buya Mas’oed Abidin yang dipercaya memberikan nasehat perkawinan mengatakan prosesi pernikahan yang berlangsung cepat semoga menjadi pertanda akan selalu diberi kemudahan dikemudian hari. Buya menekankan agar antara kedua belah pihak harus tetap menumbuhkan saling pengertian dan musyawarah dan menghindari sikap saling curiga. Apalagi menjadi calon ibu yang berarti ikutan bagi umat sebagai awal untuk penentu generasi selanjutnya.

“Yang perlu diingatkan jangan membuka aib keluarga sampai keluar. Apalagi di televisi sekarang banyak kita lihat masalah suami istri yang sudah menjadi konsumsi publik. Harusnya cukup ini diselesaikan di keluarga,” kata Buya.

Di penutup acara, saat doa berlangsung, tiba-tiba listrik mati. Akibatnya lampu diruangan tempat nikah pun menjadi gelap. Seketika terlihat kepanikan petugas pernikahan. Beberapa orang aparat polisi pun terlihat menuju ruangan tempat nikah. Namun belum sampai ditempat yang dituju, selang beberapa menit listrik kembali menyala. Salah seorang panitia pernikahan mengungkapkan listrik yang digunakan bukan menggunakan listrik PLN tapi menggunakan genset. Namun petugas tersebut tak mengetahui pasti mengapa listrik tiba-tiba mati. Kendati suasana gelap, pembacaan doa tetap dilanjutkan. Usai pembacaan doa, Wapres beserta rombongan melanjutkan foto bersama. Wapres pun tidak dijamu dengan makanan dijamba (makanan yang dijejer panjang dalam ruang). Tapi Wapres dengan resepsi makanan biasa di Gubernuran.

Sebelum prosesi pernikahan, Rabu (4/6) malam mempelai wanita melakukan serangkaian tradisi adat. Mulai dari bainai dan siraman rohani, saluang kampuang. Hari ini sekitar pukul 14.00 WiB akan ada acara babako dan resepsi sendiri akan dilakukan Sabtu (7/6) pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Selama ini banyak yang mempertanyakan siapa sebenarnya keluarga dari pasangan putri gubernur Sumbar ini. Bobby yang berusia 25 tahun ini merupakan anak dari Asil Abbas Datuak Tumaliak Nan Panjang, pensiunan karyawan PT Semen Padang. Sedangkan ibunya dan Arnianti Agustian seorang guru di SMA 1 Padang. Bobbi sendiri bekerja di salah satu bank swasta di Kota Padang. Menurut salah seorang kerabat, pertemuan Gita dengan Bobbi cukup singkat untuk akhirnya memutuskan ke jenjang pernikahan. Bobby yang awalnya dikenalkan oleh temanya sepertinya tidak mau berlama-lama ingin segera mempersunting Gita.Meski gubernur mengelar pesta perkawinan yang pertama kali, namun sehari sebelumnya, Gubernur  tetap beraktivitas menjalankan tugasnya. Bahkan Rabu sore Gubernur masih sempat menandatangani SK penetapan tarif AKDP yang sempat menjadi perdebatan.

 

One Response to “Listrik Mati, Sempat Warnai Nikah”

  1. BLP Says:

    Nineng…

    Maaf kalau abang kritik…kalimat—-> Gubernur yang mengenakan pakaian sederhana—ini kenapa selalu dipakai oleh wartawan di Padang..


Leave a Reply