Apakah ada standar usia kritis?
Menikah memang sebuah perjalanan hidup yang harus dilalui. Namun menikah diusia kritis, apa sebuah ketakutan? Entah apa indikator usia kritis. Namun itulah yang selama ini dibicarakan orang. Apakah usia kritis tersebut di atas 30 tahun? Kadang ada pula yang mengatakan walaupun sudah diusia 30 tahun namun tetap belum siap untuk menikah.
Seorang teman pernah bertanya, apakah usia 25 tahun sudah sepantasnya untuk menikah. Pertanyaan itu kembali dibalikan. Apakah jodoh itu sudah datang?apakah sudah siap untuk itu? karena kalau sudah siap, katanya akan menjadi wajib hukumnya.
Teman itu juga berkata kalau kalau dirinya selalu disindir dan ditanya orang tua kapan menikah? Namun,
apakah menikah hanya untuk sebuah sindiran? atau bosan ditanya kapan menikah? Takut disindir atau takut untuk menikah? Apakah ini pertanyaan yang sama?
Menikah sebuah proses yang kadang tidak bisa dilewatkan oleh seseorang. Apalagi jika dikaitkan dengan usia krisis (walau standar usia kritis tak pernah jelas).
Teman lain, justru tidak ambil pusing dengan yang namanya usia kritis. Sebagai seorang yang matang dari banyak hal dia berkata selama masih enjoy dengan kondisi saat ini, tidak perlu berpikir berat dengan namanya pernikahan. “Sosok yang dicari masih belum ditemukan”..demikian dia mengungkapkan. Walau dia sudah hampir memasuki usia kritis, kecemasan itu tak pernah terlihat. Karena dia tak pernah berpikir terlalu berat dengan sebuah pernikahan.
Apakah benar usia kritis selalu menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang? Karena ada p
engalaman yang pernah dijumpai, ketika dia memasuki usia 30 takut, kecemasan untuk mendapatkan jodoh semakin menjadi-jadi. Al hasil, kalau jodoh itu datang, lamaran akan langsung diterima? lalu bagaimana dengan cocok atau tidak cocok?




hik! pernikahan dini lebih asyik. aku nyesal usia 27 baru menikah. Ah, coba usia 20. biar kecil-kecil jadi manten. hik! usia kritis, rugi banget! percaya dech sama orang yang sudah nikah.. hik hik hik… cepatlah nikah lagi dik! nikah itu indah. hik!
neng kenapa pictnya AAC??
tergantung ikhtiar,…